Terima Kasih, Muridku

Senin, 25 November 2013 sekitar pukul 06.45 WIB semua siswa SMPK Santa Maria II berkumpul di lapangan sekolah. Sesuai dengan program OSIS, mereka memeriahkan hari Guru 2013. Para bapak ibu guru dan karyawan diundang secara khusus dengan menenpati kursi yang sudah disediakan. Acara itu diawali dengan menyanyikan lagu Hymne Guru oleh semua siswa.

Menurut Ryan selaku ketua OSIS tujuan peringatan hari Guru ini adalah sebagai bukti perhatian dan peranan guru sangat penting bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan mereka. Acara pagi itu dikemas dalam suasana yang sederhana dan sebagai puncak peringatan hari Guru, semua guru dan karyawan mendapat kenang-kenangan tempat pensil yang cantik dari siswa.

Setelah menerima kenang-kengan itu Pak  Albert menegaskan, “Semoga tempat pensil ini selalu mengingatkan kita akan tanggung jawab sebagai guru seperti yang ada tema hari guru tahun ini yakni “Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013.” Acara itu berakhir pukul 07.25 WIB. Para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran dimulai jam pertama. (mas3)

REFLEKSI HARI GURU 2013

Hari ini, Senin 25 November 2013 segenap para guru di Indonesia berkesempatan untuk refleksi secara nasional khususnya pada Hari Guru tahun ini, tema yang diangkat dalam peringatan HGN tahun 2013 sekaligus HUT ke-68 PGRI ini adalah “Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013.”

Sebagai guru kita bertanggung jawab untuk mengajak dan membekali generasi muda bangsa ini untuk  mampu berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta bangga menjadi orang Indonesia. Sungguh bukan pekerjan yang semudah membalikan tangan, di sana perlu totalitas dalam menjalankan tugas yang begitu berat.

Profesi guru diharapkan membuat masing-masing pribadi semakin kuat sehingga menghasilkan para guru diharapkan mampu mengembangkan kemampuannya secara mandiri, mampu sebagai sumber inspirasi dan keteladanan, kreatif, inovatif, dan menegakkan kode etik guru sebagai profesi. Kita semua berharap para guru dan tenaga kependidikan kita menjadi pembelajar dan pendidik sejati.

Zaman terus berubah paradigma stakeholder, pemerhati pendidikan bahkan pelaku pendidikan pun mengalami pergeseran sesuai dengan situasi dan kondisi.  Tantangan dan persoalan yang kita hadapi semakin berat, rumit, dan kompleks, terutama dalam rangka mempersiapkan generasi 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, dan kejayaan Indonesia.

Harapan kita semua adalah bagaimana penerus  di depan mata kita ini memiliki kemampuan berpikir orde tinggi, kreatif, inovatif, berkepribadian mulia, dan cinta pada tanah air, serta bangga menjadi orang Indonesia, sebagaimana yang digagas dalam Kurikulum 2013.

Ada sebuah pernyataan yang menggelitik kita sebagai guru ketika berhadapan tugas berat yang harus kita pikul yakni  untuk membangun dan membina satu bakat kita membutuhkan banyak dana, waktu dan tenaga. Sementara untuk mematikan seribu bakat kita hanya membutuhkan sebuah lingkungan belajar yang membuat suntuk, atau pendidik yang tidak berkompeten, atau tidak sportif yang mampu membunuh bakat siswa-siswanya hanya dalam waktu satu minggu saja.

Betapa banyak bakat-bakat unggul yang berguguran di sekolah-sekolah kita, atau di perguran-perguruan tinggi kita, hanya karena pemiliknya berani berpikir dengan cara yang berbeda dari para pendidik mereka.!?

Apakah pemerintah dengan lembaga penanggung jawab masa depan generasi bangsa ini sudah memberikan yang terbaik kepada siapapun pelaku pendidikan di Indonesia tercinta ini? Ataukah masih banyak praktik-praktik yang tidak sesuai dengan proses meraih tujuan-tujuan di atas? Mari kita jujur pada diri sendiri! Tetap semangat para guru…jangan menyerah…Indonesia pasti Jaya (mas3)

Audit Eksternal di SMPK St. Maria II Malang

Sebagai bentuk evaluasi dalam melaksanakan SMM ISO 9001:2008 iterapkan di SMP Panderman pada hari Rabu, 13 November 2013 dilaksanakan audit eketernal. Bertindak sebagai auditor adalah Ibu Yenny dari URS. Kali ini komponen yang diaudit  adalah TP dan MR/DC, Kurikulum, Spirmor, PSDM, dan Kesiswaan. Audit dilaksanakan selama sehari penuh mulai dari opening meeting  pukul 08.30 WIB di pagi hari, dilanjutkan proses audit dan diakhiri dengan closing meeting di sore hari tepatnya pukul 16.00 WIB .

Pada clossing meeting Ibu Yenny selaku auditor menyampaikan laporan hasil audit. Pada audit hari itu beliau menemukan beberapa ketidaksesuaian yang harus diperbaiki. Prinsipnya sekolah yang beralamat di jalan Panderman 7A itu masih layak untuk terus melaksanakan SMM ISO. Pada akhir pertemuan di ruang multi medeia itu, Sr. Theresela,SPM menegaskan bahwa SMPK Santa Maria II bertekad terus memperbaiki pelayanan pendidikan.

“Semoga dengan audit eksternal yang rutin dilaksanakan ini semakin membuat sekolah ini bisa eksis serta mampu memberikan yang terbaik bagi stakeholder,” demikian ungkap Pak Galang sambil meninggalkan ruang multimedia. Dengan berakhirnya audit eksternal sekolah yang dikenal SMP Panderman ini bersiap untuk melaksanakan akreditasi pada bulan November ini. Semoga semuanya sukses dan jayalah pelayanan pendidikan di sekolah ini (mas3)

Menyandingkan Makna Hari Pahlawan 2013 dengan Korupsi

Saat memperingati hari Pahlawan pikiran kita pasti tertju pada aktivitas upacara istiwa 10 November di Surabaya. Pertanyaannya  menempatkan diri dengan benar misalnya melaksanakan upacara dalam suasana khidmat, tertib, dan bermakna. Tema Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2013 ini adalah “Pahlawanku Idolaku“.

Realitas yag terjadi saat ini, di negeri tercinta  yang namanya KORUPSI sudah menjadi kata yang sering diucapkan oleh siapapun termasuk pelaku itu sendiri. Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi.

Jokowi, gubernur ibukota negara pada peringatan hari Pahlawan  menegaskan mari berkorban diri tanpa pamrih. Ahok pun dengan tegas mengajak siapapun untuk tidak korupsi. Korupsi muncul karena pamrih. Negeri kita sedang diwarnai kasus korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Karena sudah melibatkan para pejabat tinggi dan yang paling menyedihkan sudah melibatkan para penegak hukumnya sendiri. Yang semestinya mereka membantu membrantas korupsi namun sekarang kebalikan dari semua itu. Dan kita sangat membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya karena korupsi adalah akar dari kehancuran sebuah Negara.

Semoga seluruh anak bangsa semakin menyadari apa yang baik dan apa yang buruk. “Dengan mencintai tanah air, tentu kita akan menghargai semua apresiasi untuk negeri,” kata Widyawati kepada Tempo, 6 November 2013. Perlu diingat, lanjut Widya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.”Apa yang kita lakukan untuk negeri mestinya tanpa pamri, itu mencirikan kecintaan kita kepada negara.

Akhirnya semoga pekik MERDEKA yang selalu diucapkan para pahlawan bangsa ini menjadi sebuah kenyataan bahwa kita semua telah merdeka dari semua permasalahan baik moral mapun material. Sekali lagi semangat pahlawan tidak bisa disandingkan dengan semangat korup yang sering kita jumpai di negeri tercinta ini.

 

Upacara Hari Pahlawan dan Pengukuhan Pengurus OSIS 2013-2014

Bertepatan dengan semangat kepahlawanan pada hari Senin, 11 November 2013 siswa SMPK Santa Maria II melaksanakan upacara bendera sekaligus pengukuhan pengiris OSIS baru periode 2013-2014. Upacara bendera dipimpin langsung oleh kepala sekolah, Sr. Theresella, SPM.

Beliau pada sambutannya menegaskan agar semangat kepahlawanan selalu muncul pada setiap diri siswa. menurut  mantan kepala SMPK Maria Fatima, Jember itu sebagai siswa harus memiliki semangat juang pantang menyerah tak mengenal putus asa, terebih ketika para siswa harus menuntaskan semua kewajiban dan tugas baik sebagai pelajar maupun sebagai seorang anak dari sebuah keluarga.

Kepada para pengurus baru OSIS periode 2013-2014 Sr. Theresella, SPM berharap agar program-program OSIS bisa bersinergi dengan program yang sudah dirancang oleh sekolah, dengan demikian peranan pengurus OSIS sebagai satu-satunya organisasi di sekolah bisa dijadikan sebagai pembelajaran untuk menumbuhkan  leadership serta kemandirian setiap pribadi pengurus.

Pelaksanaan upacara pada pagi itu cukup tertib walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan upacara bendera biasanya. “Semoga momen upacara bendera pada hari Pahlawan ini mampu membangkitkan semangat bekerja bagi para pengurus OSIS yang baru”, demikian harapan Ivanna selaku ketua OSIS periode 2012-2013 di akhir pelaksanan upacara bendera sekaligus pengukuhan pengurus OSIS baru periode 2013-2014. (Mas3)

Ayo menulis cerpen

Khusus  siswa kelas IX ada kompetensi dasar menulis cerpen bertolak dari peristiwa yang pernah dialami. Hal ini merupakan kesempatan bagi kita yang memiliki keinginan menjadi penulis cerpen untuk mulai merealisasikan dalam berkarya sekaligus untuk mengukur kompetensi kita sebagai siswa dalam memenuhi KD tersebut. Dibalik itu ternyata banyak pertanyaan-pertanyaan seputar penulisan cerpen

Cara Menulis Cerita Pendek atau Cerpen Yang Baik. Biasanya ketika kita membaca sebuah cerita pendek entah itu di surat kabar, tabloid atau majalah perasaan kita akan cepat hanyut terbawa alur cerita yang disampaikan, bahkan tanpa disadari terkadang airmata kita berlinang karena begitu menjiwai peran yang seolah-oleh diperankan kita sendiri.

Begitulah cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan cerpen, sengaja dibuat pendek dan langsung fokus pada masalah yang ingin dikedepankan. Berbeda dengan novel yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan halaman, cerpen biasanya hanya terdiri dari kurang lebih 1000 kata atau terdiri dari kurang lebih 7000 huruf/karakter.

Pada awalnya cerpen adalah sebuah tradisi penceritaan melalui lisan dan menghasilkan kisah-kisah. Kemudian kisah-kisah tersebut diceritakan kembali dalam bentuk puisi yang menggunakan irama, tujuannya adalah agar si pendengar mudah mengingat puisi tersebut melalui iramanya, sehingga dengan sendirinya akan mudah mengingat cerita yang disampaikan.

Banyak orang yang ingin menulis sebuah cerita pendek, namun tidak tahu harus memulai darimana karena pengetahuan untuk itu sangat terbatas. Sehingga ide cerita yang sudah sampai diubun-ubun akan hilang begitu saja karena tidak langsung dituangkan dalam bentuk tulisan.

Berikut hal praktis cara menulis cerita pendek atau cerpen yang bisa kita jadikan panduan :

Mendapatkan Ide Cerita.
Dalam kasus ini apabila ide cerita belum kita dapatkan maka hal yang perlu dilakukan adalah mencari ide cerita. Ide cerita bisa didapatkan dalam keseharian kita baik dirumah, dijalan, disekolah, ditempat bermain dan lain sebagainya. Judul cerpen dapat juga diambil dari ide cerita yang kita dapatkan misalnya “Aku ingin dihukum, Bu” atau “Temanku, adikku” dan lain-lain.

Gunakan gaya bahasa sendiri.
Kadang kita ingin langsung bisa menulis dengan gaya bahasa penulis terkenal, padahal hasilnya belum tentu sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh karena itu dalam penulisan sebuah cerpen usahakan menggunakan gaya bahasa yang biasa kita lakukan saat menyampaikan cerita kepada orang lain, sedikit bumbu bolehlah untuk penyedap cerita yang akan disampaikan tapi jangan terlalu berlebihan yang justru mengaburkan tujuan yang ingin disampaikan.

Paragraf awal yang menarik.
Saat seseorang membaca sebuah cerpen hal yang paling berkesan adalah paragraf awal yang akan membuat cerita tersebut menarik. Buatlah kalimat pada paragraf awal semenarik mungkin sehingga pembaca akan penasaran untuk mengikuti lanjutan dari paragraf awal yang kita buat tersebut. Biasanya dalam paragraf awal sebuah cerita akan mengilustrasikan suasana alam yang indah, romantis dan sebagainya.

Merangkai kejadian demi kejadian.
Setelah kita membuat paragraf awal yang menarik kini saatnya merangkai paragraf tersebut dengan paragraf-paragraf berikutnya. Tulislah kejadian demi kejadian selanjutnya, bila terjadi percakapan dalam kejadian tersebut gunakan kita kutip untuk lebih memberikan penekanan pada percakapan/dialog tersebut. Atau sesekali gunakan narasi atau istilah di OVJ adalah dalangnya yang menceriterakan keadaan yang terjadi. Tulislah kejadian, dialog dan narasi hingga setidaknya sampai 1000 kata atau 7000 huruf/karakter.

Membuat paragraf akhir.
Sebagaimana paragraf awal maka pada paragraf akhir sebaiknya diusahakan membuat ending cerita yang baik. Ada 3 jenis ending sebuah cerita yaitu :

  • ending tertutup bila kita ingin mengakhiri cerita tuntas sampai disini dan pembaca pun akan mengakhiri cerita Kita tanpa pertanyaan lagi.
  • ending terbuka apabila cerita yang kita buat masih dapat ditafsirkan akan berlanjut oleh pembacanya atau setidaknya pembaca akan memikirkan apa kira-kira kelanjutan cerita kita.
  • ending mengejutkan adalah ending yang tidak diduga oleh pembacanya, bisa menjadi sesuatu yang sangat mencengangkan, surprise dan lain-lain yang membuat pembacanya terus terngiang-ngiang dengan ending cerita yang kita buat.

Membiarkan tulisan beberapa saat.
Sebelum tulisan Kita disajikan sebaiknya dibiarkan beberapa saat, hal ini untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk berfikir dan menganalisa apakah cerpen yang Kita buat sudah layak saji apa masih perlu di edit lagi.

Memperbaiki tulisan.
Setelah dianalisa dan diperiksa dengan seksama dan hasilnya perlu dilakukan pengeditan maka lakukan perbaikan seperlunya. Periksa juga hal-hal yang berkaitan dengan EYD, kita baca seperti titik, koma, tkita seru dan sebagainya. Bila telah sesuai maka cerpen kita siap untuk disajikan.

Semoga dengan membaca tulisan ini kita akan mengawali menjadi penulis terkenal yang memilki banyak cerpen yang berkualitas.

Pra-Akreditasi SMPK Santa Maria II Malang

Sabtu, 2 November 2013 mulai pukul 08.30 WIB, Bapak Warji dan Bapak Siswa dari Perkumpulan Dharmaputri melakukan kunjungan ke SMP Panderman untuk melakukan pengamatan persiapan akreditasi sekolah pada pertengahan bulan November ini. Menurut beliau berdua pemantauan yang dilaksanakan pada hari Sabtu itu sudah menjadi tugas dari PDp ketika ada sekolah di lingkungan PDp yang akan melaksanakan akreditasi.

Kegiatan yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam itu berlangsung dengan suasana yang sangat bersahabat, ini terbukti setiap 8 bidang yang diaudit selalu dihiasi dengan dialog-dialog yang menghidupkan suasana. Menurut kepala sekolah Sr. Theresella, SPM, kegiatan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kelayakkan sekolah ini dalam menghadapi akreditasi yang sesungguhnya.

Teknis pemeriksaan pada pra-akreditasi siang itu dilaksanakan dengan membagi 8 standar menjadi dua, standar 1 – 4 diperiksa oleh bapak Warji sedangkan standar 5 – 8 diperiksa oleh Bapak Siswono. “Semoga dengan pemeriksaan awal ini, kekurangan yang masih ada bisa kita temukan dan segera diperbaiki atau dilengkapi,” demikian kata Ibu Kris Yul selaku koordinator akreditasi.

Pelaksanaan pra akreditasi itu berakhir pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan hasil pra akreditasi yang dilaksanakan di ruang multi media. Pak Warji pada kesempatan itu menegaskan bahwa pada prinsipnya persiapan dan kelengkapan sudah bagus dengan catatan masih perlu dilengkapi beberapa bukti-bukti untuk menunjang jawaban setiap item pertanyaan. Pak Siswo juga memberikan penegasan bahwa akreditasi itu harus bisa menjawab pertanggungjawaban kita terhadap kewajiban-kewajiban kita. Media yang paling presentatif untuk membantu assesor jika akreditasi dilaksanakan bapak asli Kesamben, Blitar itu memberikan masukan yakni untuk membuatkan profil sekolah yang berisi informasi 8 standar itu, dapat berupa foto maupun video.

Pada akhir evaluasi itu, mantan kepala SMPK Maria Fatima, Jember menegaskan dan mengajak semua bapak ibu guru/karyawan untuk segera memperbaiki dan melengkapi apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan dalam pra akreditasi . Pukul 14.20 WIB acara itu pun berakhir, semoga pada harinya nanti kita semua bisa memberikan yang terbaik, kata kuncinya adalah kita harus memliki kepedulian dan saling mendukung, demikian ungkap Bapak Albert sambil meninggalkan ruang multimedia siang itu (Must3)

Peringatan Sumpah Pemuda, Pelecut Kesadaran Anak Bangsa

Mulai anak TK sampai orang dewasa pasti tahu jika ditanya tanggal 28 Oktober memperingati apa?  Pertanyaan yang paling mendasar selanjutnya adalah  apakah nilai dan makna yang bisa kita peroleh dari peristiwa itu? Peringatan Sumpah Pemuda harus mampu mengidentifikasi berbagai problematika kepemudaan/pelajar dan tantangan masa depan bangsa. Tidak hanya sekadar serimonial membacakan Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda harus memiliki ‘roh’ yang kuat membakar semangat juang kaum muda dalam pembangunan bangsa. Karena pemuda harus terus dan mampu untuk mengusung poin penting untuk selalu didengungkan dan diperjuangkan, antara lain mengajak seluruh elemen bangsa menyelamatkan generasi muda dari budaya korupsi yang sistematis yang memperkaya segilintir orang atau kelompok yang akhirnya memiskinkan masyarakat banyak, serta mendorong lahirnya kepemimpinan muda di berbagai sektor.

Hari Sumpah Pemuda merupakan suatu makna yang tak terlepas dengan peran aktif pemuda. Makna Sumpah Pemuda merupakan peran pemuda di Indonesia. Sumpah Pemuda harus dilestarikan dalam jiwa pemuda saat ini, maupun masa yang akan datang. Sebagai generasi muda kita jangan bertanya apa yang telah diberikan negara kepada pemuda, namun sebaliknya sebagai pemuda harus bertanya dalam hati apa yang telah diberikan kepada negara Indonesia. seluruh komponen pemuda sudah seharusnya kembali membangun semangat kebersamaan dan persatuan yang sudah terbentuk sejak 1928. Selain itu, pemuda juga diharapkan dapat bertanggung jawab untuk tetap bisa menjaga Pancasila, keutuhan NKRI, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Melihat realitas kepemudaan masa kini, banyak pihak yang meragukan eksistensi pemuda kini dan masa depan. Kecemasan dan kegelisahan ini terkait dengan melemahnya kiprah dan kontribusi pemuda dalam pembangunan. Makna Sumpah pemuda tak lagi di jadikan pertanggungjawaban pemuda dalam mengisi pembangunan, tetapi hiasan sejarah yang kering akan makna. Selayaknya spirit Sumpah Pemuda dipahami sebagai konsep dasar jati diri pemuda yang pada setiap zaman memiliki tuntutan dan tantangan tersendiri. Reaktualisasi nilai-nilai Sumpah Pemuda akan terus diuji oleh kompleksitas dan tantangan zaman. Spirit Sumpah Pemuda bukan sesuatu yang bersifat statis, melainkan dinamis dan dialektis.

Oleh sebab itu, reinterpretasi dan reaktualisasi semangat Sumpah Pemuda merupakan suatu keniscayaan. Pragmatisme pemuda era sekarang telah menjebak pemuda dalam pusaran tiada akhir dan menumpulkan idealisme. Sumpah yang membuktikan betapa besar semangat pemuda Nusantara untuk bersatu dalam satu kesatuan, satu pemerintahan, satu wilayah, yaitu NKRI. Peringatan Sumpah Pemuda penting agar kita diingatkan kembali bahwa sumpah suci itu bukanlah sesuatu yang lantas memanjakan kaum muda dan membuat pemuda terninabobokan dengan kebesaran sejarahnya.

Bagi bangsa kita perkembangan pendidikan yang mengembangkan kepribadian yang bercirikan kebangsaan yaitu pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaran dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia. Dengan memiliki karakter atau watak yang bercirikan ke Indonesian maka para pemuda sebagai generasi penerus pemegang tampuk pemerintahaan di masa yang akan datang sudah terpatri dalam jiwa dan raganya untuk mencapai sikap dan perilaku yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan memilki jiwa nasionalisme dan rasa kebangsaan yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita luhur perjuangan para the founding father bangsa Indonesia.

Jhon F. Kennedy, Presiden AS mengatakan, “Ask not what your country can do for you. But ask what you can do for your country” yang bermakna jangan tanya apa yang tanah airmu dapat memberikan kepada mu tetapi tanyakanlah apa yang dapat berikan kepada tanah air mu, sedangkan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno pernah mengatakan, “Beri aku 1.000 orang tua, akan aku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 orang pemuda, akan aku goncangkan dunia.” Ayo kobarkan terus dalam setiap gerak langkahmu, semoga semangat Sumpah Pemuda masih bergelora di dada setiap anak bangsa ini. (mus3, diihami dari berbagai referensi)

 

Pesta Demokrasi SMPK Santa Maria II Malang

Setelah melaksanakan LKTD tahap pertama yang diikuti 48 calon pengurus OSIS, sekaligus sebagai  seleksi  pengurus OSIS periode 2013-2014 maka ditetapkanlah 35 pengurus OSIS baru dan 12 siswa yang akan berkompetisi menjadi 5 bakal calon ketua OSIS .  Penilaian terakhir keduabelas siswa tersebut  dilakukan oleh dewan guru dan karyawan.

Setelah melalui proses penilaian maka terjaringlah 5 calon ketua OSIS yang akan mengikuti  pemaparan visi dan misi serta kampanye. Setelah semua itu dilakukan maka pada hari, Sabtu (19/10/2013) melaksanakan pemilihan Ketua OSIS 2013-2014. Yang menarik dari pemilihan tersebut dilaksanakan seperti pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) di  Indonesia. Para calon dipilih langsung oleh para siswa setelah mereka memaparkan visi dan misi jika nantinya terpilih menjadi ketua OSIS

Pembina OSIS Bapak Y. Pamungkas, S.Pd  mengatakan, pelaksanaan pemilihan OSIS di SMPK Santa Maria II  merupakan miniatur dari pelaksanaan pemilu baik. Termasuk peralatan yang digunakan seperti kotak suara serta teknik pelaksanaannya. Menurut salah satu siswa kelas VIII Nadya M Depa yang juga sebagai calon ketua OSIS mengatakan bahwa  pemilihan ketua OSIS yang dilaksanakan di sekolah ini seperti  pemilu yang sering kita lihat, bisa menjadi ajang pelatihan  berdemokrasi bagi para siswa.

Setelah  pemungutan suara berakhir (pukul  11.15 WIB) dilanjutkan dengan penghitungan suara dengan hasil Ryan 178 suara, Roger 55 suara, Daniella 94 suara, Anugrah 124 suara, dan Nadya 119 suara dengan 35 suara tidak sah. Dengan demikian Ryan Hogianto terpilih sebagai ketua OSIS periode 2013-2014 disusul dengan wakil serta bendahara dan sekretaris yang ditentukan sesuai dengan urutan jumlah pemerolehan terbanyak.

Setelah ketua dan pengurus inti OSIS terbentuk sesuai dengan rencana para pengurus OSIS terpilih akan menjalani LKTD tahap II yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu,  26 dan Minggu 27 Oktober 2013. Semoga kepengurusan OSIS yang baru di SMP Panderman ini membawa peningkatan kualitas baik perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi kegiatan kesiswaan. (mus3)

Pelantikan Pengurus Paguyuban Peduli Pendidikan Panderman (P4) 2013-2015

Bertepatan Hari TNI, di ruang kegiatan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2013 serah terima pengurus P4 lama menyerahkan ke pengurus baru. P4 merupakan partner kerja sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas baik pembelajaran, kegiatan siswa dengan berbagai agenda yang dirancang setiap awal kepengurusan. Acara itu dimulai pukul  12.05 dengan menghadirkan semua pengurus P4 lama, perwakilan pengurus Almuni  Santa Maria (Alsanmar), bapak/ibu guru, karyawan dan pengurus P4 baru.

Sebagai pembawa acara, bapak Bambang Rusmakno menyampaikan ucapan selmat datang dan terima kasih atas kehadiran para undangan. Acara dibuka dengan pembukaan oleh bapak F. Suhadi dilnjutkan dengan sambutan oleh Sr. Theresella, SPM. Beliau mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama, P4 2011-2013 di bawah komando bapak Gandhi yang telah berjuang bahkan memberikan waktu dan tenaga tambahan pada  masa baktinya. Suster yang berasal dari promasan itu juga masih mengharapkan agar pengurus P4 bersedia mendampingi pengurus baru dengan harapan agar terjadi pergantian tongkat estafet berbuah kebaikan untuk semua pihak.

Bapak Gandhi  pada laporan pertanggungjawabanya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersinergi dengan P4 sehinga program-program yang dirancang P4 bisa berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan. Tak lupa beliau juga mohon maaf jika dalam kepengurusan P4 2011-2013 ada hal-hal yang kurang berkenan. Menurut bapak dari dua anak itu seperti peribahasa tak ada gading yang tak retak yang pasti menurut beliau semua yang telah dilakukan oleh pengurus P4 semata-mata agar sekolah semakin maksimal dalam mendampingi para siswa.

Selesai sambutan acaa dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru, diawali dengan pembacaan

Surat keputusan nomor 176/SMII/B.6/P4/X/2013  tentang pembentukan pengurus P4 tahun 2013-2015 oleh kepala sekolah  dengan susunan pengurus sebagai berikut :

Ketua                                : Bapak Martin Dwi Harry

Wakil ketua                    : Bapak Agustinus Tjahjana

Sekretris                          : Ibu Anita Hadi

Bendahara                      : Ibu Sylvia Prima Sari

Bidang  Pengemb         : Bapak Frans Darmadi D.P.

Bidang Dana                   : Ibu Irrine Septijani dan Ibu Eliana

Bidang Sosial                 : Ibu Poedjiati dan  Ibu Henny

Bidang Umum               : Bapak Benny Atmodjo

Bidang Humas               : Bapak A. Wahyu Djatmiko

Selesai pelantikan Bapak Martin langsung memberikan sambutannya dengan satu kata yaitu dukung,  dengan memberikan dukungan beliau berharap pengurus P4 baru akan mampu memberikan yang terbaik, baik dukungan dari pengurus P4 lama, bapak/ibu guru, dan semua komponen sekolah lainnya. Bapak yang tinggal di Karanglo ini menegaskan bahwa kepengurusan P4 ini adalah hal pertama yang melibatkan beliau sebagai ketua, jadi beliau berharap dukungan semua pihak.

Dengan berakhirnya kata sambutan ketua P4 yang baru dilanjutkan  dengan doa penutup sekaligus doa  santap siang tepat pukul 12.50WIB yang dipimpin oleh Bapak Bambang Rusmakno. Makan siang dilakukan di ruang kertakes, dengan penuh keakraban para pengurus P4 yang baru dan lama, serta bapak/ibu guru dan karyawan  hanyut dalam suasana yang langsung cair dengan canda persahabatan satu dengan yang lain. “Semoga suasana makan siang ini menjadi penanda keberhasilan pengurus P4 baru dalam menjalankan tugasnya sebagai partner sekolah dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan sekolah,”  demikian ungkapan Ibu Maria sambil menikmati  menu penutup berupa es buah puding  dengan nikmat. Proficiat pengurus P4 baru dan terima kasih baktimu pengurus P4 lama….(must3)